Skip navigation

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Gunung  Bambapuang 1021 mdpl terletak di Dusun Kotu, Desa Bambapuang, Kec. Anggeraja, Kab. Enrekang sulawesi selatan, sedangkan arti kata dari bambapuang adalah tangga tuhan (menurut yang saya ketahui) sebenarnya Bambapuang tidak terlalu dikenal dikalangan Mountin Climbing tetapi terkenal dengan tebing Bambapuang, tebing Bambapuang sering dijadikan lokasi latian, Ajang Lomba dan lain-lain sebagainya. Tebing Bambapuang adalah tebing  tertinggi di Sulawesi Selatan tetapi Bambapuang juga dapat di daki oleh para pendaki dari arah belakang tebing yaitu sebelah barat,dan ini jalur yang termasuk mudah karena kita akan langsung berada di kaki gunung. tapi kami memilih jalur lewat utara dan ini lebih menantang dimana kita memulai pendakian dari Jalan Poros Makassar -Toraja.
Di pagi hari yang cerah kami tiba tepat pukul 08.30 Am. Kami langsung memarkir motor di salah satu Café yang tepat berada di kaki Gunung dan menyiapkan bekal air mineral dan makanan secukupnya. Salah satu kekurangan Gunung Bambapuang 1021 mdpl yaitu tak ada air karena sebenarnya  Gunung Bambapuang 1021 mdpl lebih tepatnya bisa dikatakan Gunung batu jadi kita harus membawa air dari kaki Gunung.

Saat kami memulai pendakian,kami sepakat untuk membuat dua tim perjalanan dengan masing-masing beranggotakan 6 orang dan kami namakan “Tim Do’dong dan Tim Kuat” hehe..”  pendakian pun kami mulai..
Jalur pertama kita melintasi kebun jagung. Yang sedikit menanjak, kemudian melewati padang rumput dan semak-semak  kemudian mendaki sampai puncak , jalurnya lumayan susah karna sangat miring dan melewati bebatuan rapuk dan tajam. Harusnya ada 5 pos sampai puncak tapi tim kami akhirnya membuat pos sendiri sehingga mungkin samapai 10 pos. Setelah kurang lebih 2 jam akhirnya kami sampai di Puncak  Gunung Bambapuang 1021 mdpl dari puncak kami bisa melihat dari sebelah selatan kota Enrekang,sebelah Barat keindahan Sungai Saddang,sebelah Utara rangkaian gunung-gunung batu sampai di  Toraja dan sisi Timur gugusan gunung diatas Lembah Gunung Nona  yang begitu indah di kala fajar. Di sini juga terdapat sebuah Gua yang dapat di masuki dan terdapat mata air di dalamnya dan sering kali pendaki mengambil air tersebut jika beruntung air itu dapat di ambil tapi terkadang kering apabila kemarau panjang dan penduduk sekitar percaya bahwa air itu mempunyai wasiat. Ada yang perlu di perhatikan kita tidak boleh kencing sembarang di Gunung ini sering kali para Pendaki menaruhnya di atas wadah atau botol ?
Sampai sore tiba kami segera berkemas kemas dan kemudian berlari kembali ke bawah dan kembali . itulah segumpal cerita dari kami PNPM BBM  di Gunung Bambapuang 1021  mdpl .semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.


 Terimah kasih kepada :
•    Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT
•    Seluruh Pelaku PNPM Region BBM
•    Tante cantik  pemilik Cafe
•    Gunung Bambapuang atas segala ke indahannya
Saran :
  • Kalau ingin pendakian lebih efisien cobalah lewat jalur barat,disana kita bisa melewati jalan tani yg langsung berada di kaki gunung.
  • Membawa suplay air secukupnya
  • Hati-hati dengan batu lepas,tetaplah pada jalur yg sudah ada
  • Usakan mendaki sebelum sore karna kabut dapat menghalangi pandangan
  • Jangan menegur apabila mendengar atau melihat yang aneh-aneh
Catatan :
  • Gunung Bambapuang adalah Tebing Tertinggi di Sulawesi Selatan
  • Terdapat tiang tanggulasi terbuat batu berupa kerucut
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: