Skip navigation

Monthly Archives: Juni 2012

Selama hembusan nafas itu masih ada dalam raga kita perjalanan hidup kan selalu punya cerita , masa kini dan masa yang akan datang semuanya terangkai dalam satu masa perjalanan dalam hidup kita. Di setiap detik berlalu, maka masa-masa yang kita lewati akan menjadi masa lalu yang tak bisa kita ulangi kembali bahkan tak bisa kita review kembali. seperti gulungan kertas yang terbakar, pernah ada namun hanya bisa kita kenang dan hingga kapanpun dengan cara apapun kita tidak akan pernah bisa mengubahnya. Kadang kita tidak pahami sesulit dan sepahit apapun yang pernah kita alami di masa lampau tetap saja kita merindukan setiap kejadian di masa itu dan kita bahkan bisa tersenyum ketika sedang mengenang masa itu meski ketika dalam mengenang itu kita berangan-angan ingin memperbaiki keadaan yang  membuat penyesalan di masa kini.

Read More »

GambarMencoba lebih memaknai hidup,,,

Secara hakiki manusia jga sebagai makhluk sosial. Kita terlahir ke Dunia dlm kondisi lemah tak berdaya. Kita tdk mungkin hidup tanpa bantuan orang lain. Potensi -potensi yg kita miliki sejak lahir justru baru bisa berkembang  dlm pergaulan hidup sesama manusia, itulah sebabnya bayi yg terlahir tdk akan jadi manusia yg sebenarnya.

Saya kutip dari Buku S.Freud,,”bila anak sdh dapat bergaul dan menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompoknya,berarti Das Ichnya sudah dapat mengendalikan  Das Es atau Egonya. Dan kemudian mulai berfungsi Super Egonya “. Super Ego mulai nampak  di usia 6 -7 thn. Dimana super Ego ini  membawa bentukan hati nurani,norma-norma dan cita-cita pribadi.

Dengan kenyataan ini,berkehidupan sosial sangat dibutuhkan oleh manusia demi untuk menyempurnakan pribadinya sebagai mahluk individu.

Suatu keyakinan pasti dalam melalui titian dunia ini.

,,,,tidak mudah  aku menanti suasana  malam itu,,,
the night that will not be forgotten.
,,,,secangkir coffee jadi saksi bisu…when u attend back in my life

Read More »

www.Zalfaaqilah.wordpress.com Review at Webstatsdomain. Zalfaaqilah.wordpress – Zalfa Aqilah.

Gambar

Di suatu perjalanan, saya dengan sahabat setiaku mampir di warung kopi sekitar gunung nona ,adanya pengunjung sebagai calon pembeli harusnya membuat warung kopi itu senang. Tapi yang terjadi tidaklah demikian. Mungkin penjaga warung  tersebut lagi sewot dengan kehidupannya, dia memandang sinis,tidak sopan dan muka “dilipat” cemberut Susana ygbegitu kontras dengan keindahan bukit-bukit di sekitar lembah Gunung Bambapuang. Saya jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, teman saya tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual tersebut. Orang akhirnya saya bertanya kepada sahabat saya, “Mengapa kamu bersikap sopan kepada penjaga warung  menyebalkan itu?” Sahabat  saya  menjawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak?”

Yes! Itulah pointnya! Jangan pernah biarkan orang lain menentukan cara kita bertindak seandainya orang tersebut sedang melakukan hal yang buruk kepada kita. Sayangnya, sering kali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut.

Harus saya akui,saya perlu belajar banyak terhadap teman saya, saya selalu gagal dalam hal ini, khususnya saat saya berinteraksi dengan orang-orang disekitar saya.Terkadang orang memperlakukan tidak baik , nilai kepuasan akan saya dapatkan bila saya juga memperlakukan orang tersebut sesuai perlakuannya terhadap saya. Sungguh tindakan saya dipengaruhi oleh tindakan orang lain terhadap saya. Di sisi lain, saya bisa berbuat sedemikian baik, santun, dan luar biasa terhadap orang yang juga melakukan hal yang sama kepada saya. Saat saya merenung-renung tentang hal ini, saya jadi malu sendiri. Mengapa tindakan saya harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, saya harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga punya “penyakit” seperti saya? Jaga suasana hati, jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak.

Terkadang kita tidak pernah merasa, saat “Dia” berangsur-angsur meninggalkan kita, dan menyisakan banyak kenangan. Kenangan indah hingga kenangan akan segala kekurangan kita. Yang kita tahu “Dia” takkan kembali. dan hanya orang yang mengambil pelajaran yang akan menemukan makna atas kehadirannya. Oh Tuhan  jadikanlah saudara, sahabat, temanku ini menjadi orang yang mempu menjadikan tiap hembusan nafasnya, adalah nafas-nafas di goresan jalan lurus Mu…..”Selamat bermuhasabah di penambahan usia, semoga hidup semakin hidup.”

%d blogger menyukai ini: