Skip navigation

Al Quran Tertua Ditulis dengan Getah Pohon

Gambar

KOMPAS.com – Sebuah Al Quran karya Syeh Abdul Mannan, ulama penyebar Islam pertama di tanah Mandar, Majene, Sulawesi Barat hingga kini masih terpelihara dengan baik.

Al Quran tertua di Majene setebal 400-an halaman ini ditulis tangan menggunakan getah pohon. Meskipun kulit hewan yang digunakan sebagai sampul sudah kelihatan termakan usia, lembaran-lembaran Al Quran tulisan tangan ulama yang diberi julukan Tosalamag di Salabose ini masih utuh dan dapat dibaca.

Benda yang sudah berumur ratusan tahun tersebut kini tak lagi dipergunakan sehari-hari, melainkan hanya disimpan oleh Imam Masjid Salabose, Muhammad Gaus yang juga masih keturunan Syekh Abdul Manan menggunakan kotak kayu.

Sehari-harinya, Al Quran berukuran 10×15 centimeter ini lebih sering disimpan sebagai benda bersejarah.

Al Quran tersebut ditulis Syeh Abdul Mannan pada awal abad 16 Masehi, ketika ia hadir dan menjadi tokoh penyebar Islam pertama di Majene sebelum kemudian berkembang di Sulawesi Barat dan daerah lainnya.

Masih terlihat jelas, Al Quran yang ditulis tangan dengan rapih dan indah ini terdapat penjelasan dan perbaikan di sisi kiri setiap lembaran al Quran ini.

Masyarakat setempat percaya, Al Quran tertua ini tidak hanya menjadi sumber ilmu dan semangat penyebaran islam di tanah mandar sejak awal abad 16 lalu. Al Quran ini juga dipercaya sebagian warga bisa mendatangkan berkah dan keselamatan bagi siapa saja yang melihat dan menciumnya.

Al Quran tertua yang menjadi kebanggaan masyarakat Suku Mandar ini hanya dibuka dua kali setahun, yakni saat Ramadhan dan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Agar tetap lestari dan terjaga al Quran tua ini sudah jarang digunakan kecuali pada Peringatan Maulid dan Ramadhan,” ujar Muhammad Gaus.

Alasannya selain dimaksudkan untuk mempertahankan kelestarian salah satu benda purbakala ini juga dimaksudkan agar Al Quran ini tidak semakin rapuh dan hancur.

Imam Masjid Salabose, Muhammad Gaus, mengatakan ia tidak mengetahui jenis kertas yang digunakan. Namun sejumlah warga memperkirakan kertasnya terbuat dari kulit kayu.

Banyak keunikan pada Alquran tua ini. Setiap halaman terakhir pada setiap juz, terdapat tulisan dengan warna merah. Beberapa tulisan berwarna merah di sisi kiri lembaran Al Quran ini dimaksudkan sebagai penjelasan setiap ada kesalahan tulisan.

Al Quran ini sendiri sudah beberpa kali diteliti dan diperiksa ulama dan ahli situs bersejarah dan petugas benda purbakala dan memastikan tulisan dalam Al Quran tua ini sama persis dengan Al Quran pada umumnya.

Editor : Tri Wahono
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: