Skip navigation

Gambar

Waow,ternyata menulis bisa jadi candu yang tidak terkira, Sekali coba pasti ketagihan. Ingin coba lagi dan lagi.

Menulis bisa bikin ketagihan karena efek “plong” yang dihasilkannya. Dan itu juga yang membuat sugesti yang sangat kuat.  Kalau biasanya para pengguna narkoba mengonsumsi narkoba sebagai cara pelarian dan ingin relaks, maka menulis juga bisa menghasilkan efek seperti itu. Bedanya, kalau makan narkoba, bikin kanton kering, bikin badang kurus kerempeng, bikin perilaku jadi ngaco.

Kalau menulis, efeknya malah sebaliknya. Bisa dapat rejeki dari apa yang kita tuliskan. Rezeki tidak selalu berhubungan dengan uang, apapun anugerah yang kita dapat bisa kita sebuh sebagai rezeki. Rezeki yang bisa kita dapat dari menulis, misalnya hati jadi lega, plong karena menulis adalah pelampiasan yang baik.

Selain itu dengan menulis, kita senantiasa melatih otak supaya terus bekerja. Mencari ide baru, mengolah dan merangkai kata. Ini pekerjaan yang dilakukan otak dan hati. Orang yang menulis tidak membiarkan otaknya kosong, melainkan terus menjejalinya dengan informasi, lalu mengolahnya dan mengeluarkan output berupa tulisan.

Mengapa bisa bikin ketagihan ?

Mungkin karena efek menenangkan yang dihasilkannya. Ini berhubungan dengan masalah stress, depresi dan lain-lain. Menulis bisa jadi penyaluran perasaan yang terpendam. Perasaan yang entah kita harus keluarkan dengan cara apa. Dengan menuliskan perasaan itu, tidak ada sesuatu yang kita sembunyikan lagi. Telah dikeluarkan dengan cara yang baik.

Apalagi dengan menulis di Blog Sendiri. Tulisan apapun pasti dibaca entah itu jelek atau bagus. Ukuran jelek atau bagusnya tulisan ada pada pembaca, tapi setiap penulis di sini berusaha menampilkan tulisan terbaiknya.

Dengan semakin banyak menulis, semakin banyak ilmu yang terikat. Semakin banyak catatan ‘sejarah’ yang kita torehkan. Ilmu dan sejarah itu bukan hanya bermanfaat buat diri kita sendiri, melainkan juga untuk pembaca. Manfaat itulah yang bisa membuat penulis ketagihan dan sakaw menulis.

Kalau sudah sakaw, solusinya cuma satu : menulis. Siklusnya biasanya seperti ini, baca-baca kompasiana, bikin akun, coba bikin satu tulisan, dapat banyak apresiasi dari pembaca, semakin semangat menulis, lalu terus menerus menulis walaupun tidak setiap hari. Bahkan ada yang benar-benar menulis setiap hari. Buat yang menulis setiap hari, ini sudah masuk “sakaw” tingkat lanjut. Sakaw yang hanya punya satu solusi yaitu menulis.

*Ini hanya sebuah celotehan sore menjelang berbuka puasa. Selamat menunggu Beduk Maghrib, buat yang udah enggak kuat puasa. Dilarang adzan sendiri.                     ; copas/modypy wallmasryq/compasiana/opini | 10 August 2012 | 17:50

Iklan

3 Comments

  1. sakau dalam hal posotif :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: