Skip navigation

Gambar

PATAH HATI PECINTA SEJATI
oleh Mardiana Lyank Mustawa di copas HIKMAH pada 15 Agustus 2012 pukul 12:32 ·

Ketika dalam pencarian kau menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan inginmu. Seseorang yang tak ingin kau tinggalkan dan hal-hal yang tak ingin kau lupakan. Kehadirannya membuatmu kian bertasbih betapa Agung Tuhan yang telah menciptakannya. Kaupun memilihnya… untuk jatuh dalam keunikan rasa yang dinamakan cinta. Engkau melibatkan dia dalam cita-cita mulia, bertemu dalam akad yang penuh barokah. Berencana mengayuh hidup bersama menjalankan titah-Nya dan juga sunnah Rasu-lNya. Memilih dia untuk menghalalkan pundaknya untuk tempatmu bersandar dan memilih senyumnya yang akan pertama kali menyapamu ketika kau terterjaga dari lelap. Dan ketika cinta sampai pada hari bahagia itu, oh betapa indahnya cinta….! Maka nikmati dan syukurilah…!

Tetapi ketika dalam perjalannya cinta tidak mempertemukan engkau dengan pilihan hatimu, saat itu kau menyadari bahwa kau telah menemukan cinta sekaligus kehilangannya. Karena ternyata rencanamu tidak sejalan dengan RencanaNya. Maka kau dihadapkan pada pilihan untuk melepaskan. Dan kaupun jatuh dalam kesakitan karena cinta yang dinamakan patah hati. Oh ternyata begini rasanya….tidur tak nyenyak, makanpun tak enak, malam-malam terasa lebih panjang dan mentari dhuha yang tak sehangat biasanya.

Ketika saat itu datang maka nikmatilah. Nikmati rasa sakitnya..!! sampai kau merasa tidak ada yang bisa menolong kecuali Rabbmu. Selepasnya, berdamailah dengan hatimu. Mendekatlah dan tundukkan keangkuhan hatimu di hadapanNya, mengakulah bahwa kau tidak berdaya…kecuali atas pertolongan-Nya. Jika ingin menangis, menangislah di hadapan-Nya, biarkan Allah menghitung tangismu. Tapi ingatlah, jangan sekali-kali kau jatuhkan airmatamu karena menyesali ketentuanNya karena itu adalah bukti keangkuhanmu pada-Nya.

Dan ketika inginmu tidak bertemu dengan inginNya dan rencanamu tidak sejalan dengan Rencana-Nya, ikhlaslah, biarkan rencanaNya menjadi jalan terbaik bagi hidupmu. Karena itu bukti kesabaran dan ketawakalanmu pada-Nya. Biarkan Allah yang menyeka airmatamu dan mengobati lukamu. Berbahagialah, bahwasanya Allah telah menyentuhmu untuk berikhtiar dengan mencoba “memilihnya” dengan segala resikonya. Termasuk resiko patah hati. Karena kebahagiaan ada bagi mereka yang tengah dan telah mencoba. Bukankah sewaktu kau belajar berjalan kau harus terjatuh bahkan terluka dulu, baru kemudian kau bisa berjalan dan berlari.

Mengertilah, Mencintai bukan hanya bagaimana kau bertahan, melainkan juga bagaimana melepaskan. Karena dalam perjalannya tidak setiap cinta langsung bertemu dengan kesejatiannya. Cinta sejati yang telah Allah pastikan. Adakalanya cinta mu harus singgah pada sosok yang kau pilih. Mungkin dari persinggahan itu Allah menginginkan kau belajar tetang sesuatu yang belum kau ketahui dan kau rasakan. Mungkin dengan patah hati Allah ingin bicara padamu tetang Cinta-Nya. Cinta pertama dan terakhirmu. Allah ingin Engkau menjadi Pecinta Sejati dengan bersandarkan pada keyakinan bahwa cinta kepada mahkluk adalah manifestasi cinta mu kepada Sang Pencipta Cinta, Allah azza wa jalla. Maka ketika kau kecewa dan sakit karena cinta makhluk maka berpeganglah pada CintaNya. Karena dalam bahasa Cinta-Nya tidak ada istilah patah hati. Mengutip nasehat bijak Ibnu Athaillah “Tidak ada yang dapat mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana”. Dan Allah telah berfirman : “… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah: 216) Akan ada hikmah dari setiap kejadian. Hanya ketidaktahuan kitalah yang sering membuat kita “patah hati”. So, jatuh cinta, Nikmati dan Syukurilah..! Patah hati, Nikmati dan Ikhlaslah….! Wahai Diriku, Wahai Saudaraku..!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: