Skip navigation

DSC01862 - Copy

Motor Matic teman setiaku. Hampir tiga minggu lamanya aku tak merawatnya. Ini diluar kebiasanku, karena salah satu hobiku selain swimming, reading, blogging dan chatting, juga emang gardening.

Aku bukannya lupa merawat. Bukan pula tidak sayang sama ‘dia’. Melainkan, sudah dua minggu ini aku harus bepergian ke luar kota. Hari Minggu yang lalu, pergi ke Luwu Utara (Masamba) mengikuti kegiaran Ruang Belajar Masyarkat selama tiga hari. Dan, hari Minggu sebelumnya, …. aku masih berkutat dengan kunjungan ke Desa2 terpencil dan juga aku masih belum melupakan duka akibat ‘mbah Google menguras habis BackLink-ku yang tidak seberapa itu (sejujurnya sih…pembenaran dari rasa malas aja  yach?). hehe..

So, lengkaplah sudah motor kesayanganku itu terlantar. Makanya, hari Minggu ini aku terpaksa mengurangi jatah ber-blogging ria lantaran aku harus menjalankan misi dua hari bersama si black metic ku. Itupun sebenarnya setelah aku diingatkan oleh sahabatku, agar jangan blogging melulu dan melupakan urusan yang lebih penting. Hehehe…..

Dan, sudah kuduga sebelumnya,si  black matic ku sudah buram oleh kotoran debu panas dan lumpur tanah. Belum lagi riak2 pasir menempel penuh di kolong matic ku.

Pengalamanku ‘gardening’ hari kemarin, mengingatkan aku atas perjalanan hidupku selama ini. Tanpa kusadari, sungguh betapa banyak debu pasir yang menempel mengaburkan pikiran dan hatiku. Malas dan selalu menunda berbuat kebaikan, mengingkari janji yang telah aku tetapkan, perasaan iri dan dengki atas kesuksesan yang diraih orang lain, bersenang hati dan tak pernah peduli atas penderitaan orang lain, menyombongkan diri atas sesuatu yang tidak patut aku disombongkan adalah debu yang begitu sulit, dan boleh jadi enggan aku singkirkan. Padahal aku tahu, semua itu akan mengganggu niat baik, merusak akal sehat, dan mematikan hati nurani sebagai insan Illahi.

Debu-debu liar itu akan selalu saja hadir tanpa diundang, memenuhi setiap relung hati dan jiwa kita. Dan jangan biarkan ia menempel karena akan membuat diri ini hancur. Singkirkan sampai sebersih-bersihnya jangan tersisa sebelum membuat jiwa ini binasa. Rawatlah tempat menempelnya debu  itu agar kita dapat menikmati keindahan yang lebih menyejukkan mata, pikiran, hati dan jiwa kita.

Terima kasih sahabatku, karena engkau, aku peroleh satu pelajaran lagi tentang kehidupan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: