Skip navigation

Monthly Archives: Oktober 2013

By @JamilAzzaini

Rindu Ibu

Saat aku menangis, ibu langsung datang menenangkanku. Tapi saat ibu menangis aku banyak tak tahu

Saat aku sulit ibu datang membesarkan hatiku, saat ibu sulit aku masih sibuk dengan urusanku

Usai ibadah ibu selalu mendoakanku, sementara aku usai ibadah hanya sibuk dengan doa pribadiku

Saat aku sakit ibu langsung datang dan meninggalkan semua kesibukannya, saat ibu sakit aku hanya menelponnya

Saat aku belum bisa apa2 ibu senang membimbingku, saat kini ibu semakin renta, apa yang sudah aku perbuat?

Bila aku datang, ibu memasak kesukaanku. Bila ia datang aku masih belum memberi waktu terbaikku

Ibu tak pernah menghitung semua pemberiannya, sementara aku sudah merasa berbakti hanya karena beberapa juta

banyak yang membersihkan kakiku daripada aku membasuh kaki ibu

Silakan dilanjutkan sendiri2 ya sebab saya semakin rindu
By @JamilAzzaini copas ,http://blognyafitri.wordpress.comibubidadari

Iklan

 

Face book tulis yg baik 2

amin ben ahmed

ingatlah,bahwa HISAB ALLAH TETAP BERLAKU DI DUNIA MAYA….

Berkomunikasi di jejaring sosial kadang mengundang permasalahan…di jejaring sosial orang juga sering menciptakan permusuhan…Kata-kata tidak terkendali..caci maki menjadi..dan kebencian pun diumbar ke mana-mana…Bahkan jejaring sosial bisa mengubah mereka yang di dunia nyata alim..halus bertutur kata..berubah menjadi kasar dan tidak mengenal rasa hormat pada orang lain…

Mengapa bisa..? Di dunia maya orang menjadi berubah kasar karena tidak bertatapan langsung dengan lawan ‘bicaranya’..hingga kehilangan kendali diri…

Banyak orang lupa bahwa di jejaring sosial ”HISAB ALLAH”pun tetap berlaku.. Setiap ucapan bahkan setiap huruf dan tanda baca yang diketikkan di sana akan dimintai pertanggung-jawabannya kelak…

”(Luqman berkata)..: ”Hai anakku.. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi..dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi..niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya)..Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”(QS. Luqman [31]: 16)

..Allah juga menegaskan bahwa setiap ucapan ..juga tulisan.. yang kita tuturkan..senantiasa ada malaikat yang mengawasi dan mencatatnya…”Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”..(QS. Qaaf [50]: 18)

Perkataan ..juga tulisan adalah sesuatu yang patut diwaspadai oleh setiap muslim…Meski ia sesuatu yang ringan untuk dikeluarkan namun berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak…Rasulullah meminta setiap muslim untuk berkata hanya yang benar dan baik saja atau sebaiknya berdiam diri…”Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya berkata yang benar atau diam,”(HR. Bukhari).

Diriwayatkan,Rasulullah juga pernah bersabda..”Perkara yang paling banyak membuat manusia masuk ke dalam neraka adalah dua hal..lisan dan kemaluannya !”(HR. Ahmad).

Masya Allah..Tidak takutkah kita dengan peringatan besar dari dien ini..? Apalagi mencela sesama muslim adalah perbuatan dosa..seperti peringatan Nabi..”Mencaci maki seorang muslim adalah fasik.”(HR.Bukhari).

Sadarilah bahwa di dunia maya Allah pun selalu bersama dan mengawasi kita..Jadikanlah jejaring sosial sebagai media untuk menebar kebaikan dan bukan permusuhan serta kebencian…

Walaupun juga kita menyebarkan yang haq dan akan selalu ditentang,itulah sunatullah..namun usahakan agar kita selalu menjaga lisan kita dan tulisan kita…

Insya Allah..

Wassalamualaikum warahmatullah..

selamatmalamcosmos6

Nasehat Hidupku

Janganlah menyimpan benci walau seberapa pun mereka menyakitimu.

Hiduplah Sederhana walau seberapa pun kekayaanmu.

Berpikirlah positif walau seberapa pun beratnya hidupmu.

Berbagilah dengan sesama walau seberapa pun kecilnya mereka berbagi denganmu

Tetaplah menyambung silaturahmi dengan mereka yang melupakanmu.

Maafkanlah mereka yang telah menyakitimu. Dan jangan pernah berhenti untuk mendoakan yang terbaik bagi orang-orang tercintamu.

http://blognyafitri.wordpress.com

Selamat pagi assalamualikum 1

 

#NasehatPagi #

Janganlah menyimpan benci walau seberapa pun mereka menyakitimu.

Hiduplah sederhana walau seberapa pun kekayaanmu.

Berpikirlah positif walau seberapa pun beratnya hidupmu

Berbagilah dengan sesama walau seberapa pun kecilnya mereka berbagi denganmu

Tetaplah menyambung silaturahmi dengan mereka yang melupakanmu.

Maafkanlah mereka yang telah menyakitimu.

Dan jangan pernah berhenti untuk mendoakan yang terbaik bagi orang-orang tercintamu

“Jangan meremehkan perbuatan baik sekecil apapun…. Siapa tau hal itu yang menyebabkan kamu masuk syurga.

Semua bermula dari pola fikir..jika pola fikirnya bermasalah..maka bermasalahlah semua..yuk ubah pola fikir menjadi yang sehat.

by dr.@zaidulakbar

 

 
nanti malam, tuan, coba kau tulis namamu di telapak tangan kiri dan namaku di telapak tangan kananmu, lalu hati2 kau katupkan keduanya hingga menyatu di depan dada–
kemudian tinggal kita amini bersama~

copas by  

Kesalahan Di Masa Muda….

ggg

Lagi-lagi, belum jua hilang suasana pilbup di bumi Maspul saat ini kembali kita disuguhi hingar-bingar hajatan pileg baik pusat prov dan DPRD Maspul,  namun demikan apapun sikonnya tetaplah menjadi tanggung jawab kita semua untuk mensukseskannya. Kalaupun ada yang berpandangan bahwa pemilu kali ini tidak atau belum layak diikuti sehingga lebih memilih golput itu sepenuhnya hak mereka dan pastilah mereka memiliki alasan sendiri atas pandangan dan keyakinannya tersebut.

 

Namun demikian, menurut pandanganku, berpartisipasi aktif dalam pemilihan Caleg kali ini jauh lebih berarti. Dan, kalau kita menyadari bahwa setiap suara yang kita berikan pada pemilu sangat berarti bagi bumi Maspul, mengapa nurani kita tidak terpanggil untuk menggunakannya?

 

Kalaupun kita bimbang dan ragu karena belum menemukan kandidat yang sempurna, itulah realita yang ada karena memang manusia tak ada yang sempurna, selalu memiliki kelebihan sekaligus juga kekurangan. Sangatlah tidak mungkin calon yang ada tidak memiliki cela. Namun juga sangatlah tidak adil dan bijaksana kalau kita menapikkan kelebihan yang dimiliki mereka.

 

Menurutku mereka adalah putra-putri terbaik saat ini, calon pemimpin yang pantas kita pilih untuk menjadi nakhoda di tahun ke depan. Dan, tentu saja kita memiliki kebebasan penuh untuk menentukan setiap pilihan kita, apakah pilihan hati kita jatuh kepada si ini,si itu atau si dia.

Sahabat-sahabat blogger mania! Jika saatnya nanti, marilah kita lupakan sejenak semua urusan seputar per-blogging-an. Lupakan Alexa yang sedang merana, pagerank yang sedang meradang, mbah google yang lagi ngedumel, ataupun chatting dan blogwalking yang suka bikin pusing.

 

Marilah kita luangkan waktu lima menit saja untuk mencontreng di bilik TPS. Ingat, suara kita begitu berarti. Ayo tetapkan hati, bulatkan tekad, teguhkan pendirian, dan samakan pandangan, bahwa kita akan memilih Calon Legislatif demi untuk perubahan yang lebih baik khususnya di Bumi yang kita cintai Bumi Massenrempulu.

 

Marilah …………………..

 

DSC03411Hampir separuh perjalan hidup menapaki usia dewasaku, ku lewati di sesaknya Ibu Kota Jakarta dengan kejam dan kelembutannya . Namun apapun tawaran yang diberikan tidaklah sebanding dengan rasa yang diberikan  oleh kampung terpencil di kaki gunung Latimojong,  kira-kira 250 kilometer dari pusat kota Makassar, jauh ya.  Sebuah kampung terpencil yang selalu menawarkan ke elokan dan suasana damainya, di tempat ini pula menjadi pintu pertama bagiku mengenal kuasa-Nya , dan pada saatnya sejuta cerita dan segudang kenangan indah terus mengalir di sana .

Saat ini, tentu saja kampungku telah banyak berubah seiring perkembangan zaman dan berlalunya waktu. Keadaan terus tergerus oleh waktu satu persatu telah berubah masyarakat dan alamnya tidak seelok dulu, hawa disekitarnya  tak sesejuk dahulu. Air sungai tempat aku dan kawan-kawan mencari ikan dan berenang sehabis sekolah mulai mengering saat musim kemarau airnyapun tak sejernih dulu lagi lantaran bercampur lumpur erosi saat musim hujan di hulu. Burung Bangau yang tiap pagi lewat depan rumahku, kini semakin langka. Pohon-pohon tua yang rindang dan terkadang menakutkan sudah banyak ditebang untuk bahan bangunan. Sawah-sawah penghasil beras ketan ajaib (pulu’mandoti) yang terhampar luas dengan teras-terasnya bak tangga menuju puncak Latimojong mulai krisis air disaat musim kemarau.

Walaupun kampungku tak seperti dulu lagi, pengabdianku  akan kampung halaman tak pernah bisa hilang. Ada kenangan indah masa silam yang takan bisa dilupakan. Saat berlarian disepanjang pematang sawah sambil mendorong ban motor bekas dan selalu dihiasi canda tawa khas anak desa. Saat bermain perang-perangan dengan senjata dari pohon bambu. Saat bermain bola di tengah genangan lumpur. Saat mandi di kali  dan saat bermain petak umpet di bawah temaram sinar bulan purnama.

Kampungku itu pun tak mungkin aku lupakan sampai akhir hayat dikandung badan. Karena disanalah aku pertama kali mengenal makna cinta sejati. Cinta yang hanya memberi dan tak harap kembali seperti sinar mentari. Cinta yang tak lekang dimakan jaman, tergerus waktu. Adalah cinta orang tua yang kini sudah semakin renta. Yang dalam setiap desah nafasnya, detak jantungnya, tutur katanya adalah do’a tanpa jeda.

Ya, ..walau pemandangan alamnya sudah semakin tergerus masa dan tak seindah dulu, air sungainya tak sejernih dulu, hawa udaranya tak sesejuk dulu, semangat gotong royongnya tak sekuat dulu, kampungku selalu aku rindu. Karena masih ada kedamaian dan kebahagiaan di sana orang-orangnya tetap seramah dulu, masih ada kabut pagi, gemercik air pancuran, cicit burung, nyanyian katak, yang dapat mengingatkan kembali akan kenangan indah masa silam.  Dan pada saat ini goresan Tuhan menuntunku untuk kembali mengabdikan jiwa raga di kampung halamanku, semoga hati yang tulus,kesederhanaan hidup tetap menyertai dalam hembusan nafasku, hingga saatnya sepenggal atau mungkin sejuta asa dari wajah-wajah polos penghuni kampungku dapat ter wujudkan. Amin~ ( Gandhenk,2007)

Kampungku Selalu Aku Rindu…………

%d blogger menyukai ini: