Skip navigation

By @JamilAzzaini

Rindu Ibu

Saat aku menangis, ibu langsung datang menenangkanku. Tapi saat ibu menangis aku banyak tak tahu

Saat aku sulit ibu datang membesarkan hatiku, saat ibu sulit aku masih sibuk dengan urusanku

Usai ibadah ibu selalu mendoakanku, sementara aku usai ibadah hanya sibuk dengan doa pribadiku

Saat aku sakit ibu langsung datang dan meninggalkan semua kesibukannya, saat ibu sakit aku hanya menelponnya

Saat aku belum bisa apa2 ibu senang membimbingku, saat kini ibu semakin renta, apa yang sudah aku perbuat?

Bila aku datang, ibu memasak kesukaanku. Bila ia datang aku masih belum memberi waktu terbaikku

Ibu tak pernah menghitung semua pemberiannya, sementara aku sudah merasa berbakti hanya karena beberapa juta

banyak yang membersihkan kakiku daripada aku membasuh kaki ibu

Silakan dilanjutkan sendiri2 ya sebab saya semakin rindu
By @JamilAzzaini copas ,http://blognyafitri.wordpress.comibubidadari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: