Skip navigation

Photobucket
Selain dangke, Enrekang juga terkenal akan beras ketannya. Pulu’ Mandoti, salah satu beras lokal jenis ketan wangi yang langka. Hanya dapat tumbuh di wilayah pegunungan berketinggian 700 dpl, Desa Salukanan, Kecamatan Baraka, sekitar 60 km dari Kota Enrekang, ibukota Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.Beras ketan ini termasuk beras yang harganya paling mahal dari semua jenis ketan di Indonesia berdasarkan data Medio April 2012 kemarin. 5 Desa sebagai penghasil Pulu’ Mandoti yakni Desa Gandeng, Desa Piawan, Desa Pambuluran, Desa Tantido, dan Desa Mataring menjualnya dengan harga Rp 24.000 per liternya. Selain untuk dibuat Sokko’ alias nasi ketan, banyak pembeli beras
Satu liter Pulu Mandoti jika dicampur dengan satu karung – sekitar 40 liter beras biasa, sudah mampu membuat keseluruhan beras biasa tersebut menjadi wangi, menimbulkan selera orang untuk memakannya,” jelas Jallopa warga Desa Salukanan.
Ada kejadian unik lainnya dari Pulu’ Mandoti ini , sudah sejak lama banyak orang mengambil bibit padi Pulu’ Mandoti untuk ditanam atau dikembangkan di luar wilayah Desa Salukanan. Namun ternyata hasilnya tidak beraroma wangi seperti Pulu’ Mandoti yang ditanam di Desa Salukanan.
Percobaan penanaman seperti itu, menurut Jallopa sudah berulangkali dilakukan namun hasilnya tetap nihil. Warga Desa Tallang Ura Kecamatan Curio contohnya, yang bertetangga langsung dengan Desa Salukanan, namun hasilnya juga tidak sama. Padahal, sebut Takdir, sumber air untuk pengairan sawah-sawah di Desa Tallung Ura dan Desa Salukanan sama, yaitu berasal dari mata air pegunungan Kalo Tombang, Sengka, Orong, Pedallen, dan Kalo Matangon.
Benih padi Pulu Mandoti yang di tanam di luar areal Desa Salukanan tetap tumbuh, tapi aroma dan rasanya tidak sama dengan Pulu Mandoti yang ditanam di Desa Salukanan,” katanya.
Photobucket

Diduga tanah-tanah di Desa Salukanan memiliki unsur hara yang spesifik memberikan nilai tambah dalam bentuk rasa maupun aroma terhadap berbagai jenis tumbuhan yang ditanam di atasnya.

Selain Pulu’ Mandoti, ada juga jenis beras ketan putih yang dihasilkan Desa Salukanan yang terletak di pebukitan kaki Gunung Latimojong ini, namanya Pulu’ Pinjan. Rasanya lebih nyaman dibandingkan dengan jenis beras ketan putih lainnya yang beredar di pasaran umum. Harga jualnya pun saat ini mencapai Rp 15.000 per liter.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: