Skip navigation

Category Archives: Kata-Kata Bijak

kata2 34   kata2 31  kata2 28 kata2 27  kata2 26 kata2 25

Iklan

Sore ini saya membaca artikel singkat ini dengan mata berkaca kaca, sungguh jodoh adalah sesuatu yang tidak bisa disegerakan pun tidak bisa ditunda jika saatnya tiba, silahkan menyimak dan siapkan tisue 🙂 

—————————————————————— :) ——————————————————-

Bagi pria berusia 56 tahun, dan perempuan berusia 46 tahun, belum menikah mungkin sesuatu yang berat. lebih dari 30 kali berproses untuk menikah tentu bukan hal yang menyenangkan. Tiga dekade lebih, puluhan kali proses menenun cinta, merajut kasih. Nyaris berhasil, namun Allah memberi jalan lain. Diusia yang nyaris senja justru mereka menemukan cinta, buah dari menjaga hati selama ini

Menikah merupakan impian setiap orang. Apalagi membina rumah tangga, saling mencintai, berbagi, memadu kasih. Pernikahan adalah ibadah yang agung. Tapi seperti yang diketahui kita bersama, semua itu perlu diperjuangkan. Tak semua orang berkesempatan untuk menjalin ikatan suci tersebut. Ada peran takdir di sana. Ada kisah yang ingin kami sampaikan kepada para pembaca. Bahwa, rencana Allah sungguh indah, jika kita menjalaninya dengan ikhlas. Termasuk soal jodoh dan pernikahan. 

Bermula puluhan tahun silam. Telah lama kami menikmati hidup di dunia ini. Namun, dalam waktu lama itu pula, Allah belum berkenan memberikan kami jodoh. Sekarang, usia kami 56 dan 46 tahun. Bagi pria berusia 56 tahun, dan perempuan berusia 46 tahun belum menikah mungkin sesuatu yang berat. Tapi pernikahan adalah takdir. Pernikahan adalah ibadah jika kita niatkan untuk ibadah, tak ada yang lain. Orang-orang bilang saat ini kami menikah di usia senja. Tapi itu bukan permasalahan bagi kami. Yang penting bagaimana memaknai pernikahan sebagai sunnah Rasulullah. Kami hanya ingin memenuhi itu sebagai ibadah. Adapun masalah waktu, itu adalah urusan Allah. Tidak ada kata terlambat pun dalam urusan JODOH :)

Walau jelas, pelbagai usaha telah kami lakukan dengan maksimal. Bagi seorang pria, lebih dari 30 kali berproses untuk menikah tentu bukan hal yang menyenangkan. Tiga dekade lebih, puluhan kali proses merajut cinta, menenun kasih. Nyaris berhasil, namun Allah memberi jalan lain. Semuanya tak sesuai yang diharapkan. Untuk berdoa siang dan malam tak perlu lagi ditanya. Sejak tahun 1983, saat kenalan kami, pergi ke Haji, sudah menitip doa. 30 tahun yang lalu, merupakan waktu yang tak sebentar. Berkali-kali berdoa, berharap kepada Allah.

Sujud demi sujud terlalui. Harap. Berdoa, mengangkat tangan tak henti-hentinya. Hingga Allah memberikan jalan saya ke Tanah Suci tahun 2003. Saya berdoa dengan sangat memelas. Di Mekkah, Multazam, Hijr Ismail. Berharap Allah memberikan jodoh di usia saya yang saat itu menjelang memasuki kepala lima. Sudah puluhan kali kami berproses sesuai syariat Islam untuk menemukan Jodoh, namun kandas di tengah jalan. Memang ada pemikiran, untuk kriteria calon, tahu sekian menikah, target dan itu semua adalah keinginan manusiawi. Keinginan seperti itu sah dan boleh sebagai manusia biasa. Namun seiring berjalannya waktu, Allah memiliki takdir sendiri. Kita hanya diberi kesempatan untuk berusaha yang sesuai tuntunan yang Allah ridhai. Hasilnya? Itu adalah hak prerogatif Allah.

Perjuangan itu terus dilakukan. Mengisi hari-hari dengan kebaikan. Justru, puluhan tahun ini diisi dengan membantu orang tua, adik, keluarga. Tak ada keluhan, kecuali kepada Allah. Sempat terucap dari bibir ini, “Ya Allah, kuatkan saya menjalani takdir yang terbaik. Saya ingin menikah sesuai yang engkau ridhai. Jika tak di dunia, semoga di Surga kelak.”  Sampai tahun akhir September 2012, Allah baru menjawab doa kami. Allah memberikan saya jodoh yang baik. Seorang wanita shalihah. Di mana, kami saat ini merintis kasih. Merintis kasih di usia senja.

Tapi bagi istri saya, perempuan itu menunggu. Menunggu dan terus memperbaiki diri. Berusaha untuk terus memperbaiki diri. Berbakti kepada orang tua. Membantu adik, beraktifitas yang bermanfaat, mengajar anak-anak. Bagi wanita, proses itu bukan mencari cinta, tapi menemukan cinta. Walau penuh harap dan doa terus terucap.  Sampai akhirnya, kami dipertemukan oleh Allah. Dalam beberapa kali pertemuan yang insya Allah syar’i. Allah mempertemukan kami. Setelah perjuangan berkali-kali menemukan cinta. Allah membuka jalan. Dalam beberapa pertemuan besar ini, kami belajar banyak hal tentang pengambilan keputusan.

Semuanya berbekal keyakinan. Jika memang jodoh, Allah pasti akan memberikan jalanNya. Allah akan tunjukkan. Saat itu, saya berniat bulat meminta ridha orang tua istri untuk merelakan putrinya menikah dengan saya. Tapi Allah berkehendak lebih. Tak hanya ridha, tapi orang tuanya mengatakan juga bisa langsung khitbah dan setelah diskusi akad pun dilangsungkan hari itu juga.

          Ya Allah, jika ini keputusan Engkau dan ini yang diridhai, maka kami jalani semua itu bersama. Saat itu, ikatan suci, mitsaqan ghaliza semakin kuat terjalin. Kalimat itu terucap. Kami memasuki gerbang baru. Rumah tangga yang saya dan istri saya mimpi-mimpikan. Tak kuat rasanya menahan rasa ini. Mohon doanya agar kami menjadi keluarga yang berkah, langgeng hingga surga kelak.

(Seperti disampaikan oleh Ustadz Samsoe Basarudin dan sang istri, Yayah Inayah kepada wartawan Alhikmah, M. Rizki Utama)

Tengoklah kembali perjalanan Kita saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.

Potensial pilihan Kita begitu melimpah, keputusan Kita dapat saja merubah hidup Kita secara dramatis dalam waktu singkat. Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.

Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas. Sukses yang sudah Kita alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Kita di masa yang akan datang.

Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.

Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.

Jangan sampai kita terlena kata mutiara untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Kita baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Kita, terutama yang lebih membutuhkan.

Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Kita terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Kita anut.

Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.

Kita hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Kita konsisten menjalankannya. Dua hal yang perlu Kita ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Kita dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Kita bisa.

Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan. Putuskan apa yang Kita inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Kita akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.

Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu. Untuk mencapai puncak, Kita harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Kita akan mencapai puncak yang Kita inginkan.

Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Kita ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.

Apa yang membedakan Kita dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Kita tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.

Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman.

Suatu saat mungkin Kita merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Kita pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Kita memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Kita mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Kita.

Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat. Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. (Ali bin Abi Thalib)

Kata-Kata Bijak Motivasi Kehidupan

* Jangan terlalu bergantung pada orang-lain karna bayanganmu sendiri saja (dapat) meninggalkanmu saat kamu ada di kegelapan.

* Diam bukan berarti acuh, tenang bukan berarti menerima begitu saja dan berbaik hati bukan berarti lemah.

* Allah selalu memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan itu kepadaNya

* Kemarahan adalah kondisi dmn lidah bekerja lebih cepat dari pada pikiran dan kata2 yang terlanjur terucap hanya jadi penyesalan.

* Sama seperti pelangi yang berwarna-warni, perbedaan (warna) dalam hidup itu lah yang membuat hidup ini lebih indah.

* Jangan gantungkan kebahagiaanmu pada orang yang bahkan tak berusaha membuatmu bahagia, karena itu hanya akan menyisakan luka hati.

* Melihat ke atas sebagai motivasi bukan untuk jadi rendah diri, melihat ke bawah agar lebih bersyukur bukan agar jadi sombong.

* Saat melakukan hal baik mungkin tak banyak yang ingat, tapi sekali lakukan salah akan sulit lupa, maka hati2lah dalam bertindak.

* Percaya. Jika kita ikhlas, pasti Tuhan kan memberikan balasan yang lebih baik.

* Kadang rasa kecewa yang mendalam itu disebabkan oleh ekspektasi/harapan kita yang terlalu tinggi pada seseorang/sesuatu.

* Saat Anda ingin menyerah, ingatlah kembali alasan mengapa selama ini Anda bertahan.

* Gagal itu biasa, tapi kegagalan yang sesungguhnya adalah saat kita menyerah dan berhenti mencoba.

* Hidup hanya sekali, jd jgn dihabiskan dgn hal yg sia-sia dan jgn menunggu tua utk lakukan hal positif yg ingin Anda capai.

* Karena kebahagiaan sejati itu munculnya dari dalam hati, hati yang selalu bersyukur, hati yang ikhlas dan selalu mengingat Tuhan.

kata-kata bijak

“The waters come, and the waters go. Life is succession of ever changing ebbs and flows of energy. Enjoy the changing landscape that is your life. Venture out and explore it’s vast lessons with a inspired mind set.”
-Gigi Galluzzo-

%d blogger menyukai ini: