Skip navigation

Category Archives: Puisi

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku, Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Karena aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.

Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.

Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya, Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahasia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkirkan oleh kebisingan,
Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan, Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesadaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Kain’ atau ‘Esau’ manakah yang mampu membawakannya berkumandang? Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya? Kidung itu tersembunyi bagai rahasia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian? Siapa berani memecah sunyi dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?

Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?

424258_365584390128523_1374234011_n

“Lihatlah diriku, sebuah kata yang maknanya samar-samar dan membingungkan kadangkala tak bermakna ,kadangkala bermakna banyak hal”

tjbiradi pagi ini …
embun pagi menusuk pori-poriku

saat beranjak di siang
matahari begitu membakar kulitku, hingga pori-poriku mengatup bersembunyi di setiap helai bulu-buluku

dan saat senja
bersenandung semilir angin menceritakan pagi siang dan malam

malam yang akan membungkus gelap langit…dan rasaku

????????????????????????????????????????????????????????????????????

biarkanlah jendela itu tetap tebuka, agar tetesan air hujan senja menggoreskan kabar rinduku padamu…

biarkan jendela itu tetap terbuka, agar hujan memainkan nyanyian rintiknya yang merdu…

membawa jauh lamunanku senja ini…bersama semilir angin lembut..

andai saja kau hadir disini ….

akan ku ceritakan tetes hujan,

senja yang menjemput malam,…

sampaikan padanya sungguh aku merindu”

219442799_4d687c9dc5

dan hujan masih setia kembali
menarikan rintik rintik nyeri
Read More »

rain1-1

Nyanyian Hujan
berdendang kala mata terpejam
tiada bayang yang serupa
ketika tetesnya membasahi wajahku
melainkan bayang mu
yang tlah melekat di otakku

ku menunggu terlalu lama
berlalu malam terbuang tanpa mimpi
seutas harap berendakan rindu
menjadi jubah lamunan
bermahkotakan salam yang tiada terbalas

dan bila ku masih harus bersabar
kan ku nantikan engkau
hingga hujan jadi kemarau

karya: Sunnie/Niah

197428_203487789677573_5919857_n
dalam nyata pun,aku tak berniat tuk bertemu lagi denganmu,

bukan untuk hilangkan silaturahmi yg terjalin..
Namun karena aku takut..

yang ku takutkan rasa itu akan kembali hadir di hatiku, namun dengan niat yg berbeda..

ku takut,nanti rasa itu akan hadir karena ambisiku milikimu,bukan karena cintaku kepada rabbku..

Dan ku takut ketika itu ku tak dapat
membedakan keduanya..
Tak pernah kuinginkan hal itu terjadi,
karena nantinya tak hanya diriku yang merasakan sakit,tapi dirimu kan terbawa sakit..Sungguh, tak pernah kuinginkan itu.

kulepas kepergianmu dengan senyum wajahku..
meski sakit dan tak mampu hati ini tuk ikut tersenyum, ku kan bahagia..
karena ku percaya, sakit ini bukanlah sakit yang kan berujung perih. Namun, sakit yang kan membuat hatiku bertambah tegar..

cover,leg,sad,black,and,white,people,photography-384420b36134213825b9b3a58103fe2e_h

li… terlelaplah malam ini
jangan bersembunyi esok pagi
karena ini adalah mimpi
hanya rasa seperti nyata
ketika aku ada di dunia

tempat kita telah berbeda
jauh terpisah antara cerita baru dan cerita lama

li… jangan kau berlari, ku tak akan mencari
tetaplah tersenyum seperti dulu
pada halaman pertama di awal cerita lama.

li… lihatlah disana, lupakan beban itu
berdiri dan temui, aku yang lebih dari ini

%d blogger menyukai ini: