Lewati navigasi

Tag Archives: Hikmah Secangkir Kopi

 

274654_100003019789095_82181052_nHati di hari ini, entah saya yang keder, linglung atau sejenisnyalah tapi hari ini dunia kecilku semakin aneh aku bingung membedakan mana yang benar dan mana yang salah…Di pikiran normalku seperti putaran otakku sebelum2 nya harusnya inilah yang benar dan itu salah. Read More »

424258_365584390128523_1374234011_n

tak bisa ..kucoba tu’ melawan tapi terlanjur rasa menelusuk ke pori-pori

ooh ..rinduku

rinduku tu’ membelaimu membuaimu sampai kau terbuai  di kedua lenganku

semoga malam ini kau merasa yang sama…

Menurut Ahamd Azhar Basyir, Abu al-A`la al-Maududi dan Muhammad Abdullah al-`Arabi (penasehat hokum Islamic Congress Cairo), keberatan dengan perbankan yang menggunakan bunga; akan tetapi, di sisi lain, perbankan berperan vital dalam perekonomian. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa umat Islam

Read More »

kuutus bebutir hujan yang menyinggahi kotamu siang ini untuk menyentuhmu, tuan, setelah jarak tak memungkinkan kita bertaut dalam peluk–

by

coffee-toffee

aku telah merombak ulang hidupku. memulai segalanya dengan baru. mengunci semua kenangan rapat-rapat.

sekali lagi, biarkan aku dan hatiku hidup bebas
ikhlas masih dalam perjalanannya, dan aku sedang menuju kesana.

waktu yang elastis itu, mengencang disekelilingmu dan mengendur di sekelilingku.
waktu yang tidak bisa mengikat apa-apa dalam suatu panggung kehidupan
garis hidup kita hanya bersinggungan. dan aku hidup dalam alam khayal
yang selamanya tidak pernah jadi nyata tentang mu

sekarang aku harus menemukan jalan lain untuk menepis khyalan gilaku

 

Gambar

Di suatu perjalanan, saya dengan sahabat setiaku mampir di warung kopi sekitar gunung nona ,adanya pengunjung sebagai calon pembeli harusnya membuat warung kopi itu senang. Tapi yang terjadi tidaklah demikian. Mungkin penjaga warung  tersebut lagi sewot dengan kehidupannya, dia memandang sinis,tidak sopan dan muka “dilipat” cemberut Susana ygbegitu kontras dengan keindahan bukit-bukit di sekitar lembah Gunung Bambapuang. Saya jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, teman saya tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual tersebut. Orang akhirnya saya bertanya kepada sahabat saya, “Mengapa kamu bersikap sopan kepada penjaga warung  menyebalkan itu?” Sahabat  saya  menjawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak?”

Yes! Itulah pointnya! Jangan pernah biarkan orang lain menentukan cara kita bertindak seandainya orang tersebut sedang melakukan hal yang buruk kepada kita. Sayangnya, sering kali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut.

Harus saya akui,saya perlu belajar banyak terhadap teman saya, saya selalu gagal dalam hal ini, khususnya saat saya berinteraksi dengan orang-orang disekitar saya.Terkadang orang memperlakukan tidak baik , nilai kepuasan akan saya dapatkan bila saya juga memperlakukan orang tersebut sesuai perlakuannya terhadap saya. Sungguh tindakan saya dipengaruhi oleh tindakan orang lain terhadap saya. Di sisi lain, saya bisa berbuat sedemikian baik, santun, dan luar biasa terhadap orang yang juga melakukan hal yang sama kepada saya. Saat saya merenung-renung tentang hal ini, saya jadi malu sendiri. Mengapa tindakan saya harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, saya harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga punya “penyakit” seperti saya? Jaga suasana hati, jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak.

%d blogger menyukai ini: