Lewati navigasi

Tag Archives: Senja

kuutus bebutir hujan yang menyinggahi kotamu siang ini untuk menyentuhmu, tuan, setelah jarak tak memungkinkan kita bertaut dalam peluk–

by

By @JamilAzzaini

Rindu Ibu

Saat aku menangis, ibu langsung datang menenangkanku. Tapi saat ibu menangis aku banyak tak tahu

Saat aku sulit ibu datang membesarkan hatiku, saat ibu sulit aku masih sibuk dengan urusanku

Usai ibadah ibu selalu mendoakanku, sementara aku usai ibadah hanya sibuk dengan doa pribadiku

Saat aku sakit ibu langsung datang dan meninggalkan semua kesibukannya, saat ibu sakit aku hanya menelponnya

Saat aku belum bisa apa2 ibu senang membimbingku, saat kini ibu semakin renta, apa yang sudah aku perbuat?

Bila aku datang, ibu memasak kesukaanku. Bila ia datang aku masih belum memberi waktu terbaikku

Ibu tak pernah menghitung semua pemberiannya, sementara aku sudah merasa berbakti hanya karena beberapa juta

banyak yang membersihkan kakiku daripada aku membasuh kaki ibu

Silakan dilanjutkan sendiri2 ya sebab saya semakin rindu
By @JamilAzzaini copas ,http://blognyafitri.wordpress.comibubidadari

images3

Jangan pernah menyalahkan orang lain atas hancurnya hidupmu. Orang lain tak punya kuasa untuk menghancurkan hidupmu, mereka hanya bisa menyakitimu -itupun kalau kau sendiri yang mengijinkan rasa sakit itu tumbuh-. Kehidupan sesudah kau ‘merasa disakiti’ adalah sepenuhnya tanggungjawabmu, karena kau sendiri yang pada akhirnya akan memilih; tetap sakit hati dan melakukan hal-hal bodoh atau mengijinkan Tuhan memulihkan hati dan kehidupanmu.

syair gerimis senja

Tetesan air dari langit Mu, begitu menusuk di pori-pori ku

Gerimis sedikit mengusik senja di bumi Mu

Saat jejak langkah menyusuri bumi Mu tetesan air hujan pecah di benturan bumi

Aaahh…gerimis kau selalu mencumbuku di setiap senja

kau selalu menginspirasi jejak ku…

walau sesaat lagi senyum pelangi akan menghilang

menanti gulita sepanjang malam…menyelimuti lembah pegunungan  desa ku

~~~ lembah latimojong,18 Jan

Di suatu waktu saat kita jalan bersama saat kita saling merindu, merindu di batas jarak namun ternyata semuanya jadi hambar… kini semakin ku pahami “one moment” tidak bisa di ulang kembali dengan keadaan yang sama.

Di suatu waktu jua kita terpisah untuk satu tujun yang berbeda, kini semuanya telah berbeda. Perasaan tidak bisa di bohongi,perasaan harus di pahami….jika saatnya kita berhenti menyaksikan langit yang maha luas tanpa batas..dan akan jadi kebebasan tanpa batas.

Di senja ini, ku tersenyum dengan keindahan alam di latar mu. Sohib..teruslah kepakkan sayap kebahagiaan mu…walau gundah perjalanan hidupmu tidak pernah lepas menggayut mu.

Bambapuang Jannuari 2013

 

 

%d blogger menyukai ini: